Masakan
Minang memang tidak terbantahkan lagi kelezatannya. Bahkan rendang, salah satu
masakan yang berasal dari tanah minang pernah menjadi makanan paling lezat di
dunia melalui polling yang dilakukan oleh situs berita dunia CNN pada tahun
2011 dan saat ini masakan minang juga masuk nominasi World’s Best Halal
Culinary Destination pada ajang World Halal Tourism Award 2016. Hal itu membuktikan bahwa masakan Minang
menjadi salah satu makanan favorit yang ada di Indonesia bahkan dunia. Rumah
makan Padang atau Minang hampir bisa ditemukan di seluruh wilayah Indonesia. Bukan
hanya makanan beratnya saja yang lezat, makanan ringan atau camilannya juga
tidak kalah lezat. Salah satunya adalah sala lauak yang berasal dari Kota
Pariaman, Sumatera Barat.
Sebagai
daerah yang terletak di kawasan pesisir Samudera Hindia, Kota Pariaman memiliki
kekayaan kuliner yang tidak dapat dipisahkan dari hasil lautnya. Sala lauak pariaman
ini juga sudah lama terkenal bahkan hingga ke manca negara. Tidak lengkap
rasanya jika Anda berkunjung ke kawasan ini tidak mencicipi sala lauak dan
membawanya untuk penganan dibawa pulang (untuk jarak dekat). Tidak ada yang
tahu pasti sejak kapan keberadaan salah satu kudapan tradisional Minangkabau
ini ada, namun yang pastinya sudah dari zaman nenek moyang dulu kala.
Secara
harfiah dalam bahasa Indonesia kata sala dapat diartikan sebagai 'goreng',
artinya istilah ini digunakan untuk berbagai jenis bahan makanan yang diolah
dengan cara digoreng. Karena itulah, selain jenis sala lauak ini, terdapat
hidangan lain yang juga mendapat sebutan sala, seperti nasi sala, sala udang,
dan sala kepiting. Sedangkan lauak secara sederhana berarti ikan. Ikan yang dijadikan
sala tersebut biasanya ikan segar tangkapan dari nelayan pariaman.
Apa
sala lauak itu sama dengan goreng ikan? Eits, hati-hati! Tentu bukan, karena
yang akan diberikan bukan sala lauak lagi tetapi ikan yang digoreng. Lalu sala
lauak itu seperti apa? Jadi, meskipun secara harfiah bermakna 'ikan goreng',
tetapi sala lauak sama sekali tidak seperti yang kita bayangkan. Sala lauak
merupakan hidangan berbentuk gumpalan yang terbuat dari adonan daging ikan yang
dihaluskan dan dicampur tepung yang dibumbui bawang putih. Adonan tersebut
kemudian dibentuk menjadi gumpalan dan digoreng hingga berwarna cokelat
keemasan. Saat menggoreng sala lauak harus menggunakan minyak yang benar-benar
panas agar banyak minyak hasil gorengan yang diserap oleh adonan dan tentunya
agar cepat matang. Sala jenis ini memiliki tekstur bagian luar yang sedikit
keras dan bagian dalam yang lebih lunak. Oleh sebab itu, bentuknya yang bulat
seperti bola pingpong, membuat makanan yang satu ini sangat pas dan nikmat
untuk dijadikan sebagai kudapan sehari-hari. Apalagi dengan citarasa yang dominan asin dan gurih dengan
aroma rempah berasal dari beberapa jenis bumbu yang ditambahkan didalamnya dan tidak
lupa juga rasa sedikit pedas dari sambal cabe yang menambah sensasi tersendiri membuat
lidah kita ketagihan untuk mencoba dan mencobanya lagi.
Selain
jenis sala lauak yang berbentuk bulat, terdapat varian jenis lain yang
berbentuk lebih pipih dan cenderung tidak beraturan. Varian ini secara spesifik
bisa kita temukan di wilayah Pasir (Pasiah), pesisir Pantai Pariaman. Berbeda
dengan yang berbentuk bulat, sala jenis ini dibuat dari jenis ikan basah yang
disebut ikan stuhuak yang digiling hingga halus. Sala jenis ini memiliki
tekstur permukaan yang lebih lunak dibanding sala berbentuk bulat, sehingga disebut juga sala
lunak.
Untuk resep dan langkah membuat sala lauak sebagai berikut:
Bahan-Bahan
1. 500
gram tepung beras (saya paka Rose Brand)
2. 50
gr ikan teri kering atau
3. 1
ruas jempol jahe
4. 1/2
ruas jempol kunyit
5. 2
siung bawang merah
6. 2
siung bawang putih
7. 1
sendok makan cabe giling halus
8. secukupnya garam
halus
9. 1
liter air mendidih kurang lebih
10. daun
kunyit ukuran sedang 1 lembar
11.
secukupnya minyak sayur untuk
menggoreng
1.
Siapkan
semua bumbu dan bersihkan teri.
3.
Sangrai
tepung beras dengan api kecil kurang lebih 10 menit, aduk terus jangan sampai
tepung hangus. Setelah tepung agak masak masukkan garam dan daun kunyit.
4.
Setelah
tepung disangrai matikan api dan angkat dari kompor. masukkan bumbu yang sudah
dihaluskan, cabai giling, ditambah dengan air yang mendidih, aduk rata sampai
adonan tercampur rata.
Jumlah
air tidak bisa dipastikan jadi kira-kira adonan jangan sampai terlalu lembut
atau basah, yang penting adonan sudah bisa dibulat-bulatkan.
5.
Bulat-bulatkan
adonan (ukuran sesuai selera) di sini saya bikin sebesar telur puyuh.
6.
Goreng
sala lauak dengan minyak yang banyak dan api sedang.
Sala
lauak umumnya disajikan sebagai hidangan pelengkap ketika sarapan pagi.
Hidangan utama yang biasanya disajikan bersama sala lauak antara lain adalah
ketupat gulai, nasi sek sambal, dll. Cita rasanya yang unik, membuat kuliner
ini menjadi menu sarapan khas Kota Pariaman.
Sala lauak ini sangat
bergizi karena komposisi bahannya yang alami dan tanpa bahan pengawet, sehingga
wajar bila masa konsumsinya biasanya hanya sehari saja dan jaminan keamanan
konsumsi untuk sala lauak ini lebih terjamin. Kandungan gizinya yang cukup
banyak yang berasal dari ikan yang menjadi bahan baku utama dari camilan yang
satu ini. Semakin kita sering menyantap sala lauak, akan semakin banyak pula
asupan gizi yang akan masuk ke dalam kita. Kalau biasanya camilan itu tidak
baik untuk kesehatan, maka beda ceritanya dengan sala lauak ini. Tak
hanya itu, tepung beras sebagai bahan baku utama selain ikan juga memiliki
nilai gizi yang baik. Sebagaimana
penelitian pada Jurnal Teknosains Pangan Vol 3 No. 2 April 2014 oleh Ana Febriana, dkk jurusan Ilmu dan
Teknologi Pagangan Universitas Sebelas Maret, Nilai Gizi Pada Sala Lauak dengan
Variasi Tepung Beras yaitu:
Bagaimana jika ingin membawa
sala lauak pulang?
Tidak perlu khawatir, bila
ingin mencicipinya dirumah dapat membelinya berupa adonan atau sala lauak
setengah matang, bisa bertahan hingga dua hari bila disimpan di lemari
pendingin. Bila lebih dari itu sudah tidak layak untuk dikonsumsi akan berbau
tengik dan berjamur bila tidak disimpan di lemari pendingin.
Jadi untuk yang sedang dan akan berkunjung ke Pariaman, sempatkanlah untuk mencicipi camilan sehat yang satu ini. Dijamin kelezatannya akan membuat kamu semakin ketagihan. Bila mencoba jajanan suatu daerah memang pas bila menikmatinya di lokasi asalnya. Begitu juga dengan sala lauak ini, meski di Kota Padang banyak juga yang menjualnya, namun memiliki taste dan suasana yang berbeda. Karena rasa tidak pernah bohong.
Kalau pai ka rumah si Usman (Kalau pergi
kerumah pak Usman)
Jan lupo ajak mak datuak (Jangan lupa ajak mak Datuak)
Kalau batandang ka pariaman (Kalau
berkunjung ke Pariaman)
Jan lupo makan sala lauak (Jangan Lupa
makan Sala Lauak)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar