Minggu, 06 November 2016

GULAI KAPALO LAUAK (GULAI KEPALA IKAN) PENGUNGGAH SELERA

Kota Pariaman yang terletak di pinggir laut Samudera Hindia dengan panjang pantai 12,7 km dan luas laut sekitar 280 km2 ini sangat kaya akan pohon kelapa dan seafood. Tak heran jika makanan berbahan santan (kelapa) atau seafood seperti ikan laut pun marak dan kerap diwariskan ke anak-cucu. Gulai kapalo lauak (kepala ikan), misalnya, adalah salah satu yang khas. Bila berkunjung ke Pariaman, jangan sampai anda tidak mencoba kuliner yang satu ini, gulai kapalo lauak (gulai kepala ikan), masakan yang menjadi khas di Pariaman. Masakan ikan dengan menggunakan santan kental ini sudah diwariskan secara turun termurun dari satu generasi kegenerasi berikutnya.



Kalau ditempat lain gulai kepala ikan lebih banyak menggunakan ikan sisik atau ikan tuna dan ikan tongkol yang dagingnya lebih padat, di Pariaman lebih banyak menggunakan ikan karang seperti ikan kakap yang berdaging lembut dan manis.
Ada banyak tempat yang menjual gulai kepala ikan di Pariaman, rata-rata rumah makan di Pariaman menyediakan gulai ini, mulai dari rumah makan yang berada dikawasan wisata seperti Pantai Gandoriah, Pantai Cermin, Sunur, Pasir Pauh dan diberbagai rumah makan yang kita jumpai di Pariaman.
Kepala ikan ini disajikan ditengah kuah kuning dari santan yang kental yang melumurinya, dihiasi beberapa butir cabe rawit yang utuh dan beberapa helai daun pucuk ubi. Rasanya memang nikmat, dagingnya gurih dan lembut, serta kuahnya kental dan bumbunya pas. Sebenarnya bumbu masakan ini standar seperti gulai kebanyakan, seperti lengkuas, jahe, kunyit, cabe, asam kandis, daun kunyit, batang serai.
Namun apa yang membuat gulai kepala ikan ini begitu digemari? Apa rahasia kelezatannya ? Ini terletak pada olahan tangan yang meramu bumbu gulai ini dengan bumbu yang pas. Bumbu yang digunakan untuk gulai kepala ikan ini adalah bumbu yang segar, bukan bumbu yang sudah olahan atau yang sudah digiling, karena bumbunya harus digiling dengan tangan. Disamping menggunakan bumbu yang segar, juga menggunakan ikan yang segar, biasanya ikan-ikan yang digunakan oleh pemilik rumah makan di Pariaman adalah hasil tangkapan nelayan di Pariaman yang dijual langsung ke rumah makan.
Oleh karena ikannya segar-segar maka kandungan gizi dari Ikan tersebut juga tinggi dan terjamin. Gizi pada ikan mengandung nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Protein yang tinggi juga sangat baik untuk kesehatan jika di konsumsi secara rutin dan untuk beberapa jenis ikan memiliki kandungan Omega 3 yang tinggi yang baik untuk kecerdasan dan perkembangan otak. Sehingga dianjurkan untuk di konsumsi oleh anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, Kandungan Gizi / Nutrisi Ikan Kakap yaitu:

Banyaknya Ikan Kakap yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Ikan Kakap yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 80 %
Jumlah Kandungan Energi Ikan Kakap = 92 kkal
Jumlah Kandungan Protein Ikan Kakap = 20 gr
Jumlah Kandungan Lemak Ikan Kakap = 0,7 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Ikan Kakap = 0 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Ikan Kakap = 20 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Ikan Kakap = 200 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Ikan Kakap = 1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Ikan Kakap = 30 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Ikan Kakap = 0,05 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Ikan Kakap = 0 mg

Adapun Manfaatnya bagi Kesehatan yaitu :
1.      Selenium
Seekor ikan kakap merah dengan berat 100-gram mengandung hampir 70 persen dari jumlah kandungan selenium yang direkomendasikan setiap hari untuk pria dan wanita dewasa yang mengikuti diet 2.000 kalori. Selenium dapat mendukung fungsi sel darah putih dan diperlukan untuk kelenjar tiroid agar dapat berfungsi dengan benar. Selenium merupakan antioksidan yang dapat mencegah senyawa radikal bebas menyebabkan kerusakan DNA yang dapat menyebabkan penyakit rheumatoid arthritis, kanker dan penyakit jantung. Kekuatan antioksidan selenium ini ditingkatkan ketika dikombinasikan dengan sumber vitamin E. Sajikan ikan kaya selenium seperti kakap merah dengan makanan tinggi vitamin E seperti asparagus, kentang manis atau gelap, sayuran hijau seperti bayam, bit hijau atau kale.
2.      Vitamin A
Setiap 3 ons sajian ikan kakap merah yang dimasak memberikan 14 persen vitamin A dari kebutuhan yang direkomendasikan untuk wanita dewasa dan 10,8 persen bagi seorang pria. Vitamin A Penting untuk sistem kekebalan tubuh, juga untuk produksi dan pemeliharaan tulang dan kesehatan kulit dan mata, vitamin A juga berperan dalam sel reproduksi dan diferensiasi. Mengkonsumsi Vitamin A dalam jumlah yang cukup setiap hari bisa menurunkan risiko terkena gangguan mata seperti katarak atau degenerasi makula terkait usia. Vitamin A adalah nutrisi yang larut dalam lemak dan membutuhkan sumber lemak makanan untuk diserap oleh usus.
3.      Kalium
Ikan kakap merah mengandung 444 miligram, atau 9,4 persen dari kebutuhan harian akan kalium dengan porsi 3 ons daging kakap merah yang dimasak. Kalium merupakan zat yang dapat berguna sebagai mineral dan elektrolit. Hal ini diperlukan oleh tubuh untuk memicu enzim yang dibutuhkan dalam metabolisme energi dan untuk kesehatan jantung dan rangka otot untuk berkontraksi dengan baik. Diet yang tidak memiliki kadar kalium yang memadai dapat meningkatkan resiko terkena stroke, tekanan darah tinggi, osteoporosis dan batu ginjal. Seseorang juga bisa menjadi kekurangan kalium jika terlalu sering mengkonsumsi natrium dalam jumlah yang besar. Konsultasikan dengan dokter Anda tentang cara-cara untuk mengurangi asupan natrium Anda dan meningkatkan kadar kalium Anda dengan aman agar system tubuh anda dapat berjalan dengan baik.
4.      Omega 3 Asam Lemak
Ikan kakap merah mengandung 0.31 gram omega-3 asam lemak dalam setiap porsi 100 gram. Konsentrasi asam lemak omega-3 kurang lebih sama dengan jumlah yang disediakan dengan porsi 3-ons udang, lele, kepiting atau kerang. The American Heart Association(AHA) melaporkan bahwa mengkonsumsi ikan yang kaya akan asam lemak omega-3 secara teratur secara signifikan dapat mengurangi risiko penyakit jantung, aterosklerosis (penyumbatan pada pembuluh darah) dan kolesterol tinggi. AHA juga merekomendasikan bahwa orang dewasa dan wanita yang tidak hamil sebaiknya mengkonsumsi 3,5 ons ikan yang dipanggang atau dibakar debanyak dua kali seminggu. Wanita hamil dan anak-anak harus menghindari makan ikan kakap merah lebih dari beberapa kali sebulan untuk mencegah adanya kontaminasi merkuri di dalamnya.

Untuk lebih lengkapnya bahan-bahan dan langakh untuk membuat Gulai Kapalo Lauak (Kepala Ikan) sebagai berikut:
BAHAN-BAHAN
1.      1 buah kepala ikan besar yang dibagi dua
2.      10 siung bawang merah
3.      3 siung bawang putih
4.      2 cm jahe
5.      2 cm kunyit
6.      2 cm lengkuas di geprok
7.      2 sendok makan cabe merah giling halus
8.      secukupnya daun kunyit
9.      secukupnya sereh
10.  secukupnya salam
11.  secukupnya daun jeruk
12.  secukupnya asam kandis
13.  2 butir Santan dari 2 butir kelapa
14.  secukupnya Cabe rawit
15.  secukupnya Daun ruku-ruku
16.  secukupnya Garam
17.  secukupnya Penyedap

LANGKAH-LANGKAH
1.      Giling bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, dan cabe merah, masukkan ke dalam santan masukkan daun kunyit, salam, sereh, daun jeruk dan lengkuas yang udah di geprek masak sampe mendidih dengan api sedang, jangan lupa di aduk terus.
2.      Setelah santan mendidih masukkan kepala ikan nya, jangan di aduk2 lagi biar si kepala tidak ancur, masak sampe kira-kira 15 menit dengan api sedang tambahkan garem dan penyedap secukupnya
3.      Kira2 15 menit masukkan daun ruku-ruku dan cabe rawit masak kira-kira 5 menit sampe si cabe rawit agak layu
4.      Gulai Kapalo Ikan siap disajikan


Nah, kebayang kan bagaimana nikmatnya duduk di pantai Pariaman sambil menyantap lezatnya gulai kapalo lauak Pariaman dengan berbagai gizi dan manfaat bagi kesehatan. Ayo ke Pariaman, refreshing yang tidak hanya menhabiskan uang, tapi juga membuat perut kita menjadi kenyang. Yang belum pernah mencoba, buruan coba…! Tunggu apalagi ! kalau bukan sekarang kapan lagi..? buat para pecinta kuliner yang belum sempat atau gak ada waktu ke Pariaman bisa langsung mencoba resep membuat Gulai Kapalo Lauak (Kepala Ikan) dirumah. Tapi mungkin masakan yang dibuat tidak begitu menggigit lidah dan mengunggah selera seperti yang di Pariaman.

CAMILAN LEZAT SALA LAUAK PARIAMAN

Masakan Minang memang tidak terbantahkan lagi kelezatannya. Bahkan rendang, salah satu masakan yang berasal dari tanah minang pernah menjadi makanan paling lezat di dunia melalui polling yang dilakukan oleh situs berita dunia CNN pada tahun 2011 dan saat ini masakan minang juga masuk nominasi World’s Best Halal Culinary Destination pada ajang World Halal Tourism Award 2016.  Hal itu membuktikan bahwa masakan Minang menjadi salah satu makanan favorit yang ada di Indonesia bahkan dunia. Rumah makan Padang atau Minang hampir bisa ditemukan di seluruh wilayah Indonesia. Bukan hanya makanan beratnya saja yang lezat, makanan ringan atau camilannya juga tidak kalah lezat. Salah satunya adalah sala lauak yang berasal dari Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Sebagai daerah yang terletak di kawasan pesisir Samudera Hindia, Kota Pariaman memiliki kekayaan kuliner yang tidak dapat dipisahkan dari hasil lautnya. Sala lauak pariaman ini juga sudah lama terkenal bahkan hingga ke manca negara. Tidak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke kawasan ini tidak mencicipi sala lauak dan membawanya untuk penganan dibawa pulang (untuk jarak dekat). Tidak ada yang tahu pasti sejak kapan keberadaan salah satu kudapan tradisional Minangkabau ini ada, namun yang pastinya sudah dari zaman nenek moyang dulu kala.


Secara harfiah dalam bahasa Indonesia kata sala dapat diartikan sebagai 'goreng', artinya istilah ini digunakan untuk berbagai jenis bahan makanan yang diolah dengan cara digoreng. Karena itulah, selain jenis sala lauak ini, terdapat hidangan lain yang juga mendapat sebutan sala, seperti nasi sala, sala udang, dan sala kepiting. Sedangkan lauak secara sederhana berarti ikan. Ikan yang dijadikan sala tersebut biasanya ikan segar tangkapan dari nelayan pariaman.

Apa sala lauak itu sama dengan goreng ikan? Eits, hati-hati! Tentu bukan, karena yang akan diberikan bukan sala lauak lagi tetapi ikan yang digoreng. Lalu sala lauak itu seperti apa? Jadi, meskipun secara harfiah bermakna 'ikan goreng', tetapi sala lauak sama sekali tidak seperti yang kita bayangkan. Sala lauak merupakan hidangan berbentuk gumpalan yang terbuat dari adonan daging ikan yang dihaluskan dan dicampur tepung yang dibumbui bawang putih. Adonan tersebut kemudian dibentuk menjadi gumpalan dan digoreng hingga berwarna cokelat keemasan. Saat menggoreng sala lauak harus menggunakan minyak yang benar-benar panas agar banyak minyak hasil gorengan yang diserap oleh adonan dan tentunya agar cepat matang. Sala jenis ini memiliki tekstur bagian luar yang sedikit keras dan bagian dalam yang lebih lunak. Oleh sebab itu, bentuknya yang bulat seperti bola pingpong, membuat makanan yang satu ini sangat pas dan nikmat untuk dijadikan sebagai kudapan sehari-hari. Apalagi dengan  citarasa yang dominan asin dan gurih dengan aroma rempah berasal dari beberapa jenis bumbu yang ditambahkan didalamnya dan tidak lupa juga rasa sedikit pedas dari sambal cabe yang menambah sensasi tersendiri membuat lidah kita ketagihan untuk mencoba dan mencobanya lagi.

Selain jenis sala lauak yang berbentuk bulat, terdapat varian jenis lain yang berbentuk lebih pipih dan cenderung tidak beraturan. Varian ini secara spesifik bisa kita temukan di wilayah Pasir (Pasiah), pesisir Pantai Pariaman. Berbeda dengan yang berbentuk bulat, sala jenis ini dibuat dari jenis ikan basah yang disebut ikan stuhuak yang digiling hingga halus. Sala jenis ini memiliki tekstur permukaan yang lebih lunak dibanding sala berbentuk bulat, sehingga disebut juga sala lunak.

Untuk resep dan langkah membuat sala lauak sebagai berikut:
Bahan-Bahan
1.      500 gram tepung beras (saya paka Rose Brand)
2.      50 gr ikan teri kering atau
3.      1 ruas jempol jahe
4.      1/2 ruas jempol kunyit
5.      2 siung bawang merah
6.      2 siung bawang putih
7.      1 sendok makan cabe giling halus
8.      secukupnya garam halus
9.      1 liter air mendidih kurang lebih
10.  daun kunyit ukuran sedang 1 lembar
11.  secukupnya minyak sayur untuk menggoreng

Langkah-langkah
1.      Siapkan semua bumbu dan bersihkan teri.
2.      Giling halus teri, jahe, kunyit, bawang merah, dan bawang putih. Iris halus daun kunyit.
3.      Sangrai tepung beras dengan api kecil kurang lebih 10 menit, aduk terus jangan sampai tepung hangus. Setelah tepung agak masak masukkan garam dan daun kunyit.
4.      Setelah tepung disangrai matikan api dan angkat dari kompor. masukkan bumbu yang sudah dihaluskan, cabai giling, ditambah dengan air yang mendidih, aduk rata sampai adonan tercampur rata.
Jumlah air tidak bisa dipastikan jadi kira-kira adonan jangan sampai terlalu lembut atau basah, yang penting adonan sudah bisa dibulat-bulatkan.
5.      Bulat-bulatkan adonan (ukuran sesuai selera) di sini saya bikin sebesar telur puyuh.
6.      Goreng sala lauak dengan minyak yang banyak dan api sedang. 
Sala lauak umumnya disajikan sebagai hidangan pelengkap ketika sarapan pagi. Hidangan utama yang biasanya disajikan bersama sala lauak antara lain adalah ketupat gulai, nasi sek sambal, dll. Cita rasanya yang unik, membuat kuliner ini menjadi menu sarapan khas Kota Pariaman.


Sala lauak ini sangat bergizi karena komposisi bahannya yang alami dan tanpa bahan pengawet, sehingga wajar bila masa konsumsinya biasanya hanya sehari saja dan jaminan keamanan konsumsi untuk sala lauak ini lebih terjamin. Kandungan gizinya yang cukup banyak yang berasal dari ikan yang menjadi bahan baku utama dari camilan yang satu ini. Semakin kita sering menyantap sala lauak, akan semakin banyak pula asupan gizi yang akan masuk ke dalam kita. Kalau biasanya camilan itu tidak baik untuk kesehatan, maka beda ceritanya dengan sala lauak ini. Tak hanya itu, tepung beras sebagai bahan baku utama selain ikan juga memiliki nilai gizi yang baik. Sebagaimana penelitian pada Jurnal Teknosains Pangan Vol 3 No. 2 April 2014  oleh Ana Febriana, dkk jurusan Ilmu dan Teknologi Pagangan Universitas Sebelas Maret, Nilai Gizi Pada Sala Lauak dengan Variasi Tepung Beras yaitu:

Bagaimana jika ingin membawa sala lauak pulang?
Tidak perlu khawatir, bila ingin mencicipinya dirumah dapat membelinya berupa adonan atau sala lauak setengah matang, bisa bertahan hingga dua hari bila disimpan di lemari pendingin. Bila lebih dari itu sudah tidak layak untuk dikonsumsi akan berbau tengik dan berjamur bila tidak disimpan di lemari pendingin.

Jadi untuk yang sedang dan akan berkunjung ke Pariaman, sempatkanlah untuk mencicipi camilan sehat yang satu ini. Dijamin kelezatannya akan membuat kamu semakin ketagihan. Bila mencoba jajanan suatu daerah memang pas bila menikmatinya di lokasi asalnya. Begitu juga dengan sala lauak ini, meski di Kota Padang banyak juga yang menjualnya, namun memiliki taste dan suasana yang berbeda. Karena rasa tidak pernah bohong.
Kalau pai ka rumah si Usman (Kalau pergi kerumah pak Usman)
Jan lupo ajak mak datuak  (Jangan lupa ajak mak Datuak)
Kalau batandang ka pariaman (Kalau berkunjung ke Pariaman)

Jan lupo makan sala lauak (Jangan Lupa makan Sala Lauak)